Apasih sebenarnya arsitektur komputer itu? Dalam bidang komputer, arsitektur komputer adalah konsep perencanaan dan struktur pengoperasian dasar dari suatu sistem komputer. Arsitektur komputer ini merupakan rencana cetak-biru dan deskripsi fungsional dari kebutuhan bagian perangkat keras yang didesain (kecepatan proses dan sistem interkoneksinya). Beberapa contoh dari arsitektur komputer adalah arsitektur von Neumann, CISC, RISC, blue Gene, dll. Arsitektur komputer juga dapat didefinisikan dan dikategorikan sebagai ilmu dan sekaligus seni mengenai cara interkoneksi komponen-komponen perangkat keras untuk dapat menciptakan sebuah komputer yang memenuhi kebutuhan fungsional, kinerja, dan target biayanya.
Sedangkan stuktur kognisi manusia itu bagaimana? Struktur kognisi (dalam Abdulkarim, 2006) yaitu keseluruhan pengetahuan yang dapat dijadikan landasan untuk memahami dan menafsirkan dunia dan kejadian-kejadian alam. Sedangkan kognisi manusia adalah unsur yang saling berhubungan antara satu sama lain yang saling mengakomodir atau saling melengkapi antara fungsi-fungsi, skema. Seperti bagian otak yang mengakomodir unsure bagian-bagian tubuh yang menjadikan suatu sistem yang kompleks.
6 tingkatan kemampuan kognisi manusia menurut Bloom:
1.Tingkat pengetahuan (knowledge level), berisi kemampuan untuk mengenali dan mengingat peristilahan, definisi, fakta-fakta, gagasan, pola, urutan, dll.
2.Tingkat pemahaman (comprehension level), dikenali dari kemampuan untuk membaca dan memahami gambaran, laporan, tabel, diagram, arahan, peraturan, dsb.
3.Tingkat aplikasi (application level), di tingkat ini seseorang memiliki kemampuan untuk menerapkan gagasan, prosedur, metode, rumus, teori, dll di dalam kondisi kerja.
4.Tingkat analisis ( analythical level), seseorang akan mampu menganalisa informasi yang masuk dan membagi-bagi atau menstruktur informasi ke dalam bagian yang lebih kecil untuk mengenali pola atau hubungannya dan mampu mengenali serta membedakan faktor penyebab dan akibat dari skenario yang rumit.
5.Tingkat sintesa (synthesis level), mampu menjelaskan struktur atau pola dari sebuah skenario yang sebelumnya tidak terlihat dan mampu mengenali data atau informasi yang harus didapat untuk menghasilkan solusi yang dibutuhkan.
6.Tingkat evaluasi (evaluation level), kemampuan untuk member penilaian terhadap solusi, gagasan, metodologi, dsb dengan menggunakan criteria yang cocok atau standar yang ada untuk memastikan nilai efektivitas atau manfaatnya.
Bagaimana kemudian kaitan antara struktur kognitif manusia dan arsitektur komputer? Dari penjelasan sebelumnya dapat dilihat bahwa terdapat kesamaan diantaranya yaitu tentang hal dalam malakukan proses informasi. Arsitektur komputer sendiri memiliki definisi sebagai konsep perencanaan dan struktur pengoperasian dasar dari suatu komputer, sehingga kognisi manusia turut berperan dalam pembuatannya.
Kelebihan dan kelemahan arsitektur komputer dibandingkan struktur kognisi manusia, diantaranya yaitu:
a.Kelebihan dan kekurangan dari arsitektur komputer, yaitu:
Kelebihan:
1.Memiliki processor yang berjumlah lebih dari satu
2.Bisa digunakan oleh banyak pengguna (multi user)
3.Dapat membuka beberapa aplikasi dalam waktu bersamaan
4.Kecepatan kerja processornya hingga 1GOPS (Giga Operations Per Second)
Kekurangan:
1.Karena ukuran yang besar, maka diperlukan ruangan yang besar untuk menyimpannya
2.Harga sangat mahal
3.Interface dengan pengguna masih mengikuti teks
4.Membutuhkan daya listrik yang sangat besar
b.Kelebihan dan kekurangan dari struktur kognisi, yaitu:
Kelebihan:
1.Struktur kognisi lebih sistematis sehingga memiliki arah dan tujuan yang jelas
2.Banyak memberi motivasi agar terjadi proses belajar
3.Mengoptimalkan kerja otak secara maksimal
Kekurangan:
1.Membutuhkan waktu yang cukup lama
2.Terkadang sulit mengaplikasikan dikehidupan sehari-hari, karena tergantung individu masing-masing dalam mengoptimalkan cara berpikir mereka
Contoh kasus:
Seperti yang dijelaskan sebelumnya arsitektur komputer memudahkan manusia dalam menggunakan komputer, dan hal ini terkait dengan proses kognisi manusia dalam mengingat informasi. Contohnya saja gambar save yang berlambangkan disket akan mempermudahkan kita dalam mengingat simbol untuk melakukan penyimpanan data karna disket merupakan tempat penyimpanan data.
Analisa:
Seperti yang dijelaskan sebelumnya maka arsitektur komputer sangat bermanfaat untuk kita. Arsitektur komputer dapat mempermudah kita dalam melakukan proses dalam penggunaan komputer, sehingga kognisi manusia pun dapat dengan mudah mengingat dan menjalankan proses pemograman dalam komputer. Misalnya saja dalam menafsirkan simbol-simbol yang ada dalam komputer, dengan melihat simbol yang ada dalam komputer maka sistem kognisi yang ada dalam diri akan langsung menerjemahkan makna dari simbol-simbol tersebut.
DAFTAR PUSTAKA:
Abdulkarim, Aim. (2006). Pendidikan Kewarganegaraan. Bandung : Grafindo Media Pratama.
id.wikipedia.org/wiki/Arsitektur_komputer
adeirmasuryani.wordpress.com/2012/10/07/hubungan-arsitektur-komputer-dan-kognisi-manusia/
ririnyp.wordpress.com/2013/09/27/arsitektur-komputer-dan-struktur-kognisi-manusia-2/
Senin, 07 Oktober 2013
Sistem Informasi Psikologi
Sebenarnya bagaimana pengertian informasi sehingga dapat berinteraksi dengan sistem? Namun sebelumnya apa yang dimaksud dengan informasi? Menurut Kenneth C. Laudon (dalam Gaol, 2008), information is data that have been shaped into a form that is meaningful and useful to human being.” Yang mengandung pengertian informasi adalah data yang sudah dibentuk ke dalam sebuah formulir bentuk yang sudah dibentuk ke dalam sebuah formulir bentuk yang bermanfaat dan dapat digunakan untuk manusia. Sedangkan menurut Anton M. Moeliono (dalam Gaol, 2008) informasi adalah penerangan, keterangan, pemberitahuan, kabar atau berita (tentang). Kemudian bagaimana informasi dapat berinteraksi dengan system? Informasi merupakan data yang telah diklasifikasikan atau diolah atau diinterpretasikan untuk digunakan dalam proses pengambilan keputusan. Sehingga konsep dari sistem informasi adalah suatu sistem dalam suatu organisasi yang mempertemukan kebutuhan pengolahan transaksi harian yang mendukung fungsi operasi organisasi yang bersifat manajerial dengan kegiatan strategi dari suatu organisasi untuk dapat menyediakan kepada pihak luar tertentu dengan informasi yang diperlukan untuk pengambilan keputusan. Oleh karena itu sistem informasi dalam suatu organisasi dapat dikatakan sebagai suatu sistem yang menyediakan informasi bagi semua tingkatan dalam organisasi tersebut kapan saja diperlukan.
Bagaimana kemudian penggunaan sistem informasi dalam psikologi digunakan? Dalam psikologi koginitif, otak merupakan pusat pengolahan informasi. Informasi diperoleh dari pengalaman hidup sehari-hari yang ditangkap oleh penginderaan, yang kemudian hasil informasi dikirim melalui jaringan saraf tertentu ke susunan saraf pusat di otak.
Contoh Kasus:
Ketika kita ingin mengetahui suatu informasi maka kita akan mencari tau dari pihak luar mengenai apa yang ingin kita ketahui untuk mendapatkan informasi.
Analisa:
Seperti yang dijelaskan sebelumnya sistem informasi memang sangat dibutuhkan oleh setiap orang untuk mendapatkan berbagai informasi yang ingin kita ketahui. Misalnya saja dalam dunia pendidikan, maka akan dibutuhkan informasi untuk mendapatkan pengetahuan yang luas. Informasi tersebut kita terima melalui penginderaan kita yang kemudian akan di proses hingga saraf pusat otak. Berbagai sumber untuk mendapatkan informasi tersebut dapat kita peroleh dari berbagai sumber seperti orang-orang disekitar kita, media cetak maupun media elektronik. Sehingga dalam dunia psikologi dijelaskan jika setiap sistem informasi yang kita terima maka akan dilakukan pengolahan di otak yang kemudian dikirim oleh jaringan saraf sehingga akan menjadi sebuah informasi seperti yang ingin kita dapatkan.
DAFTAR PUSTAKA:
Gaol, Chr. Jimmy L. (2008). Sistem Informasi Manajemen. Grasindo.
Satyadarma, Monty. Cerdas Dengan Musik. Puspa Swara. (Googlebooks)
apr1l-si.comuf.com/SI.pdf
Bagaimana kemudian penggunaan sistem informasi dalam psikologi digunakan? Dalam psikologi koginitif, otak merupakan pusat pengolahan informasi. Informasi diperoleh dari pengalaman hidup sehari-hari yang ditangkap oleh penginderaan, yang kemudian hasil informasi dikirim melalui jaringan saraf tertentu ke susunan saraf pusat di otak.
Contoh Kasus:
Ketika kita ingin mengetahui suatu informasi maka kita akan mencari tau dari pihak luar mengenai apa yang ingin kita ketahui untuk mendapatkan informasi.
Analisa:
Seperti yang dijelaskan sebelumnya sistem informasi memang sangat dibutuhkan oleh setiap orang untuk mendapatkan berbagai informasi yang ingin kita ketahui. Misalnya saja dalam dunia pendidikan, maka akan dibutuhkan informasi untuk mendapatkan pengetahuan yang luas. Informasi tersebut kita terima melalui penginderaan kita yang kemudian akan di proses hingga saraf pusat otak. Berbagai sumber untuk mendapatkan informasi tersebut dapat kita peroleh dari berbagai sumber seperti orang-orang disekitar kita, media cetak maupun media elektronik. Sehingga dalam dunia psikologi dijelaskan jika setiap sistem informasi yang kita terima maka akan dilakukan pengolahan di otak yang kemudian dikirim oleh jaringan saraf sehingga akan menjadi sebuah informasi seperti yang ingin kita dapatkan.
DAFTAR PUSTAKA:
Gaol, Chr. Jimmy L. (2008). Sistem Informasi Manajemen. Grasindo.
Satyadarma, Monty. Cerdas Dengan Musik. Puspa Swara. (Googlebooks)
apr1l-si.comuf.com/SI.pdf
Langganan:
Komentar (Atom)